Fibroid Rahim

Fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh dibagian atas atau dalam otot rahim. Fibroid berasal dari sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal, pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak. Tumor tersebut bisa berkembang menjadi sebuah atau beberapa blok dengan ukuran yang berbeda-beda.

Tumor yang kecil tidak akan menimbulkan gejala apapun, namun tumor dengan ukuran yang lebih besar bisa menyebabkan perdarahan dan menyebabkan lebih banyak darah yang keluar saat menstruasi. Tumor yang berukuran besar dapat menekan kandung kemih dan menyebabkan tonjolan pada perut seperti orang yang sedang hamil.

Fibroid rahim sebagian besar terbentuk dari timbunan serat otot padat. Kondisi ini berkembang setelah masa pubertas dan pertumbuhannya tergantung pada kadar estrogen. Wanita dengan kadar estrogen tinggi umumnya memiliki ukuran fibroid yang lebih besar, namun saat jumlah estrogen menurun, maka ukuran fibroid akan mengecil. Satu atau lebih fibroid bisa tumbuh di rahim, namun jika terlalu banyak fibroid, maka kondisi ini disebut dengan leimiomatosis rahim yang menyebar.

Sekitar 60% wanita diatas usia 50 tahun mengalami fibroid rahim. Fibroid termasuk penyakit yang populer di kalangan wanita berusia antara 40-50 tahun.

“ Gejala Fibroid Rahim

Sekitar 30-50% kasus fibroid rahim tidak menunjukan gejala apapun. Gejala biasanya berkaitan dengan ukuran dan lokasi fibroid rahim tersebut. Fibroid yang tumbuh cukup besar dan membuat penderita terlihat seperti sedang hamil akan mengalami gejala seperti:

  • Tegang pada bagian panggul yang parah
  • Sering buang air kecil
  • Bisa menyebabkan sembelit, nyeri punggung, nyeri saat berhubungan seksual

Dalam beberapa kasus fibroid rahim yang berkembang selama kehamilan, tumor bisa menyembabkan sejumlah komplikasi. Tumor akan membuatplasenta janin kekurangan oksigen, tumor dapat menggeser janin, menyebabkan ibu sulit melahirkan secara normal. Pada kebanyakan kasus, janin masih dapat berkembang secara normal meski terdapat tumor di dalam rahim, tetapi tumor akan lebih cepat berkembang selama masa kehamilan.

“ Jenis Fibroid Rahim

  • Fibroid Intramural. Jenis ini tumbuh diantara jaringan otot rahim. Lokasi ini adalah tempat yang paling umum terbentuknya miom
  • Fibroid subserous. Tumbuh dibagian luar dinding rahim, ke rongga panggul, pada jenis ini fibroid dapat tumbuh sangat besar
  • Fibroid Submucous. Tumor tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim, fibroid jenis ini dapat menyebabkan perdarahan parah saat menstruasi dan komplikasi yang serius
  • Fibroid Pedunculated. Jenis ini tumbuh dibatang kecil di dalam atau di luar rahim

“ Penyebab Fibroid Rahim

Sampai saat ini, kemunculan fibroid belum diketahui penyebabnya secara jelas. Fibroid rahim dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduki yang dihasilkan oleh ovarium). Umumnya fibroid rahim terjadi pada usia sekitar 16-50 tahu, saar kadar estrogen dalam diri wanita sedang tinggi-tingginya. Setelah memasuki masa menopause, fibroid akan menyusut dengan sendirinya karena penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita mengalami fibroid rahim pada usia yang sama, yaitu antara 30 sampai 50 tahun.

Fibroid rahim sering terjadi pada wanita dengan berat badan berlebih atau yang mengalami obesitas. Dengan meningkatnya berat badan, maka hormon estrogen juga akan meningkat. Selain karena obesitas, faktor keturunan juga diduga berperan penting dalam kasus fibroid rahim. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang penah mengalami fibroid rahim cenderung akan mengalaminya juga.

Ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fibroid rahim seperti menstruasi yang terlalu dini, mengonsumsi daging merah berlebihan dibanding sayur-sayuran dan buah-buahan serta kebiasaan mengonsumsi alkohol. Risiko seorang wanita menderita fibroid rahim akan menurun setelah melahirkan anak, dan risiko akan semakin kecil apabila memiliki lebih banyak anak.

“ Diagnosis Fibroid Rahim

Diagnosis fibroid rahim sulit dilakukan karena beberapa kondisi tida menimbulkan gejala apapun. Biasanya fibroid rahim diketahui secara tidak sengaja saat Anda melakukan pemeriksaan panggul.

Saat gejala mulai terasa dan dokter mencurigai adanya fibroid rahim, pemeriksaan panggul akan dilakukan. Berikut ini beberapa tes atau pemeriksaan untuk memastikan diagnosis fibroid rahim:

  • Ultrasonografi (USG) – Alat yang memancarkan frekuensi gelombang suara untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh. Hasil gambar yang dihasilkan dari pemindaian ditampilkan melalui layar agar dokter dapat melihat apakah terdapat fibroid rahim.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) – Hasil pencitraan ini dapat memperlihatkan ukuran dan lokasi miom dalam tubuh Anda. Alat ini bisa mengenali berbagai neis tumor dan membantu menetukan penanganan yang tepat.
  • Histeroskopi – Teleskop kecil akan dimasukkan ke rahim melalui vagina dan serviks untuk melihat bagian dalam rahim
  • Laparoskopi – Pipa kecil dengan cahaya dan kamera di ujungnya dimasukkan untuk melihat bagian dalam perut atau panggul
  • Biopsi – Sampel jaringan akan diangkat saat melakukan prosedur histeroskopi atau laparoskopi untuk diteliti lebih lanjut dilaboratorium

“ Komplikasi Fibroid Rahim

Meski fibroid rahim jarang menyebabkan komplikasi serius, ada kondisi yang disebabkan fibroid rahim yang dapat mengganggu kesehatan Anda sebagai wanita. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Anemia defisiensi besi. Pendarahan berlebih yang disebabkan oleh fibroid rahim dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
  • Kemandulan. Apabila fibroid memiliki ukuran yang besar, maka dapat menghalangi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel pada dinding rahim atau menghalang sel sperma. sehingga tidak dapat mencapai sel telur
  • Gangguan yang terjadi pada kehamilan. Fibroid rahim dapat menggangu perkembangan bayi dan mempersulit proses persalinan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ketik Aja Ya, Gimana??