Kanker Kelenjar Air Liur

Kanker kelenjar air liur adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya sel tumor ganas pada kelenjar air liur. Penyakit ini termasuk dalam jenis kanker yang jarang terjadi.

Kelenjar air liur adalah tiga buah kelenjar yang terletak pada mulut yang berfungsi untuk membentuk air liur (saliva) sebagai cairan yang membantu pencernaan pada mulut dan kerongkongan. Air liur mengandung enzim yang memulai proses pencernaan kimiawai makanan. Air liur juga mengandung antibodi dan zat kimia lain yang mampu melindungi mulut dan kerongkongan dari infeksi.

Ada dua kelompok kelenjar air liur berdasarkan ukurannya, yaitu kelenjar air liur mayor dan minor. Berdasarkan letaknya, kelenjar air liur mayir dibagi menjadi:

  • Kelenjar Parotis – Kelenjar air liur yang paling besar terletak di bagian depan telinga. Munculnya tumor dan kanker pada kelenjar air liur seringkali terjadi pada kelenjar aprotis, yaitu sekitar 7 dari 10 kasus
  • Kelenjar Submandibula – Kelenjar ini lebih kecil dari kelenjar parotis dan terletak dibagian bawah rahang. Sekitar 1-2 dari 10 kasus kanker kelenjar air liur terjadi di kelenjar submandibula
  • Kelenjar Sublingual – Kelenjar air liur yang paling kecil dan terletak di bagian bawah mulut di kedua sisi baik kiri maupun kanan.

Selain tiga kelenjar air liur mayor tersebut, ada banyak kelenjar air liur minor yang terletak pada mulut dan terlalu kecil untuk dilihat melalui mata telanjang. Lokasi kelenjar ini yaitu pada bibir, lidah, langit-langit mulut, pipi, hidung, sinus dan laring.

Penyebab Kanker Kelenjar Air Liur

Kanker kelenjar air liur terjadi karena adanya perubahan DNA pada sel kelenjar air liur yang disebut dengan mutasi DNA. kanker kelenjar air liur ini bukan merupakan penyakit keturunan. Mutasi DNA mengakibatkan kanker kelenjar air liur umumnya didapat setelah lahir.

Pada beberapa kasus, penyakit kanker kelenjar air liur ini memiliki penyebab yang lebih spesifik seperti paparan radiasi dari luar atau paparan senyawa kimia. Selain itu, terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terserang kanker kelenjar air liur, diantaranya:

  • Usia – Risiko kanker kelenjar air liur pada seseorang semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia
  • Paparan radiasi – Akibat radioterapi pada bagian kepala atau leher bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kelenjar air liur. Paparan radiasi akibat risiko pekerjaan bisa meningkatkan risiko kanker kelenjar air liur pada seseorang
  • Riwayat keluarga – Memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker kelenjar air liur bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kanker kelenjar air liur. Namun, kebanyakan penderita tidak memiliki riwayat kanker kelenjar air liur dalam keluarga
  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol – Baik tembakau ataupun alkohol diduga bisa meningkatkan risiko kanker kelenjar air liur pada seseorang, meskipun belum diketahui secara jelas mekanismenya
  • Pola makan yang tidak sehat – Kurangnya kandungan serat dan tingginya kadar lemak hewan pada makanan sehari-hari bisa meningkatkan risiko kanker klenjar air liur pada seseorang
  • Virus – Beberapa virus yang menginfeksi manusia bisa meningkatkan risiko munculnya kanker kelenjar air liur, seperti virus HIV dan Epstein-Barr serta virus HPV
  • Paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan kerja – Beberapa penelitian menemukan bahwa materi tertentu seperti debu nikel, debu silika, asbestosis, sisa produksi karet, bahan kimia pertambangan

Gejala Kanker Kelenjar Air Liur

  • Benjolan atau pembengkakan yang terjadi mulut, pipi, rahang atau leher. Tidak setiap pembengkakan bisa dipastikan sebagai kanker, beberapa kasus pembengkakan pada area tersebut diakibatkan oleh tumor jinak, batu air liur atau infeksi pada kelenjar air liur
  • Nyeri pada bagian mulut, pipi, rahang, telinga atau leher yang terjadi terus-menerus
  • Terjadi perbedaan ukuran pipi atau rahang antara bagian kiri dan kanan
  • Mati rasa atau kaku pada beberapa otot wajah
  • Mengalami masalah pada saat membuka mulut lebar-lebar
  • Otot bagian wajah yang melemah
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman
  • Keluarnya cairan dari telinga

Gejala diatas bisa muncul akibat tumor kelenjar air liur jinak atau kondisi lain. Kendati demikian, apabila mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya segera melakukan pemeriksaan agar bisa diobati sejak awal.

Diagnosis Kanker Kelenjar Air Liur

Langkah-langkah untuk mendiagnosa ada atau tidaknya kanker kelenjar air liur pada seseorang diantaranya adalah:

  • Pengecekan riwayat medis – Dokter akan melakukan pengecekan riwayat medis pasen. Dokter akan menanyakan dan menganalisa terkait gejala kanker kelenjar air liur dan waktu munculnya gejala.
  • Pemeriksaan Fisik – Langklah ini akan difokuskan pada area wajah, mulut, telinga dan rahang untuk menentukan keberadaan benjolan dan pembesaran kelenjar getah bening di sekitar wajah. Apabila diperlukan, pasien akan dirujuk ke dokter THT untuk menjalani pemeriksaan lebih rinci terkait gejala-gejala kanker kelenjar air liur
  • Pemindaian – Berbagai pemindaian bisa digunakan untuk mendiagnosis kanker kelenjar air liur. Metode pemindaian yang bisa dilakukan yaitu Foto Rontgen, CT scan, MRI, PET scan, Pemeriksaan Ultrasound (USG).
  • Biopsi – metode ini memberikan hasil yang lebih akurat daripada metode lainnya. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tubuh yang diduga sebagai kanker kemudian diperiksa dengan mikrosop.

Stadium Kanker Kelenjar Air Liur

Klasifikasi stadium kanker berperan penting dalam menentukan pengobatan yang tepat dan efektif,juga memprediksi kesembuhan pasien dari kanker. Berikut pembagian stadium kanker berdasarkan sistem I-IV:

  • Stadium I. Kanker masih berukuran kecil, tidak lebih dari 2 cm dan belum menyebar ke jaringan sekitar kanker.
  • Stadium II. Kanker sudah tumbuh lebih dari 2 cm namun belum terjadi penyebaran.
  • Stadium III. Pada staidum ini ukuran kanker bisa melebihi 4 cm dan sudah terjadi penyebaran ke jaringan disekitar kanker
  • Stadium IV. Pada stadim IV A kanker sudah menyebar ke jaringan disekitarnya dan kelenjar getah bening lokal, pada stadium akhir (Stadium IV B) kanker sudah menyebar ke jaringan sekitar, kelenjar getah bening dan menyebar ke organ tubuh lainnya.

Pengobatan Kanker kelenjar Air Liur

Setelah dilakukannya diagnosis dan penetuan stadium kanker, dokter akan memberikan pengobatan kepada penderita kanker kelenjar air liur. Faktor yang menetukan jenis pengobatan kanker kelenjar air liur pada seorang pasien yaitu:

  • Jenis kanker kelenjar air liur yang diderita
  • Stadium kanker
  • Penyebaran kanker
  • Pengaruh jenis pengobatan terhadap kemampuan berbicara, menelan dan mengunyah
  • Tingkatan kanker berdasarkan pengamatan mikrosop
  • Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ketik Aja Ya, Gimana??