Mata Hifema

Ada banyak jenis penyakit yang menyerang mata, baik yang bersifat kronis, non-kronis maupun yang degetatif. Dan salah satu yang paling umum terjadi di masyarakat yaitu penyakit mata hifema. Meskipun terdengar asing namun Kondisi yang satu ini sudah banyak orang menderitanya baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Mata Hifema merupakan kelainan mata yang disertai dengan adanya pendarahan sebagai salah satu penyebab menurunnya kualitas penglihatan. Hifema adalah terkumpulnya darah di bilik depan mata diantara kornea (selaput bening mata) dan iris (selaput pelangi). Perdarahan ini terjadi pada lapisan tipis di atas bagian putih mata (konjungtiva), yang dikenal dengan perdarahan subkonjungtiva.

Kumpulan darah pada mata hfema ini bisa mnutupi sebagian penglihatan atau juga dapat menghalangi penglihatan seluruhnya. Penyakit mata yang satu ini dapat menyerang siapa saja, dan jika terjadi pada anak-anak sebaiknya segera mendapatkan pertolongan medis agar terhindar dari kerusakan penglihatan secara permanen.

Penyebab Mata Hifema

  • Peradangan yang terjadi pada bagian iris yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah hingga mengalami pecah dan kondisi ini dapat memicu penurunan penglihatan dari hari kehari
  • Cedera pada mata, karena kecelakaan atau pada saat berolahraga
  • Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia dan anemia sel sabit
  • Komplikasi pasca operasi mata
  • Infeksi mata karena virus herpes
  • Pembuluh darah pada permukaan iris mata tidak normal
  • Hifema spontan dapat terjadi karena kelainan pembuluh darah
  • Pembentukan pembuluh darah baru , kanker mata atau uveitis

Gejala Mata Hifema

Gejala utama dari mata hifema adalah perdarahan pada bilik depan mata. Apabila perdarahan masih sedikit, maka penyakit ini tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Sedangkan jika perdarahan sudah banyak, mata akan terlihat seperti dipenuhi darah. ada beberapa gejala lain yang menyerati terjadinya mata hifema, seperti:

  • Nyeri pada mata
  • Penglihatan kabur atau terhalang
  • Sensitif terhadap cahaya

Mata Hifema dibagi menjadi 4 tingkatan, dilihat dari banyaknya darah, yaitu:

  • Tingkat Pertama – Ditandai dengan perdarahan kurang dari sepertiga bilik depan mata
  • Tingkat Kedua – Darah memenuhi sepertiga hingga setengah bilik depan mata
  • Tingkat Ketiga – Lapisan darah memenuhi separuh bilik depan mata
  • Tingkat Keempat – Perdarahan yang memenuhi seluruh bilik mata anterior

Komplikasi Dan Bahaya Mata Hifema

Pada umumnya, darah yang terkumpul dalam ruang anterior mata akan diserap oleh tubuh tanpa menimbulkan kerusakan permanen pada mata. Namun dalam kasus mata hifema, terjadinya pembekuan darah yang menyumbat atau merusak struktur di pinggir ruang anterior, ruang pengendali aliran normal queous humor dari mata. Kondisi ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan mata yang menyebabkan glaukoma serta terjadinya kehilangan penglihatan secara permanen.

Dalam beberapa kasus lainnya, penyumbatan mengakibatkan pendarahan baru dengan begitu dapat menyebabkan hifema traumatis. Perdarahan baru ini bisa lebih parah dan berbahaya dibanding dengan perdarahan awal.

Diagnosis Mata Hifema

Untuk mendiagnosis mata hifema, dokter mata biasanya akan menanyakan kepada paisen mengenai adanya riwayat cedera pada mata, atau mengalami glaukoma atau masalah lain yang berkaitan dengan patologi vaskular okular. Pemeriksaan mata meliputi pemeriksaan kondisi bagian dalam mata dnegan menggunakan alat bernama slit lamp. Dokter akan memeriksa tekanan pada bola mata dan ketajaman penglihatan. Apabila terjadi cedera berat, dokter dapat meminta pemeriksaan CT scan mata.

Pengobatan Mata Hifema

  • Melakukan prosedur metode bebat mata yang tujuannya untuk mengurangi rasa sakit di bilik mata depan yang mengalam perdarahan dan peembekuan darah.
  • Penggunaan obat jenis antibiotik yang bertujuan untuk menekan komplikasi yang mungkin dapat terjadi
  • Penggunaan Suplemen herbal kesehatan mata yang bertujuan untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit mata hifema dengan cara yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ketik Aja Ya, Gimana??