Otitis Media


Otitis media merupakan infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yaitu ruang dibelakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil yang berfungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam.

Terdapat dua jenis otitis media, yaitu otitis media akut yang mana telinga terinfeksi dengan cepat dan menyebabkan pembengkakan dan kehilangan pendengaran selama masa infeksi. Yang kedua adalah otitis media dengan efusi disebut dengan glue ear, yang mana anda merasa masih ada lendir dan cairan setelah infeksi sudah menghilang.

Otitis media bisa menyerang siapa saja dengan usia berapapun, namun kondisi ini lebih banyak terjadi pada anak-anak berusia dibawah 10 tahun dan bayi berusia 6-25 bulan. Sekitar 25% anak-anak mengalami otitis media sebelum berumur 10 tahun.

Gejala Otitis Media

Gejala otitis media umumnya terjadi dalam waktu 2-7 hari setelah terjadinya flu atau ISPA. Gejala yang terjadi berupa:

  • Demam
  • Merasa tidak enak badan
  • Merasa kelelahan
  • Sakit telinga
  • Sedikit kehilangan indera pendengaran
  • Keluar cairan dari dalam telinga

Meskipun bisa pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari, kadang terjadi beberapa keadaan yang mengharuskan penderita otitis media segera mendapatkan pengobatan medis seperti:

  • Gejala yang muncul tidak membaik setelah tiga hari
  • Tidak bisa tidur
  • Rewel (jika dialami oleh bayi)
  • Keluarnya cairan atau nanah drai telinga
  • Rasa nyeri yang dirasakan cukup parah
  • Terdapat kelainan seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan

Selain otitis media akut, ada juga otitis media supuratif kronis (OMSK) yaitu infeksi telinga yang berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan dan menyebabkan keluarnya cairan dari telinga dengan tekstur yang beragam.

Penyebab Otitis Media

Otitis media sebagian besar diawali oleh flu atau infeksi saluran pernapasan atas. Infeksi pada saluran pernapasan bagian atas bisa menyebabkan penumpukan lendir atau mukosa pada bagian tersebut. Kondisi ini menyebabkan tuba eustachius yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan bagian belakang hidung mengalami penyumbatan dan peradangan.

Tuba Eustachius memiliki fungsi untuk mempertahankan tekanan udara dalam telinga agar tetap normal, berguna untuk mengeringkan mukosa dan kotoran dari telinga tengah dan memastikan udara dalam telinga tetap bersih. Saat tuba Eustachius mengalami peradangan atau tersumbat maka mukosa tidak bisa mengering dengan baik sehingga infeksi lebih mudah terjadi.

Faktor Risiko Otitis Media

Risiko terjadi otitis media akan lebih tinggi pada anak-anak karena mereka memiliki tuba Eustachius yang lebih kecil dan kelenjar adenoid yang lebih besar dibanding dengan orang dewasa. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya otitis emdia, seperti:

  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Faktor keturunan
  • Berusia dibawah 10 tahun
  • Cuaca saat banyak anak terserang flu dan pilek
  • Tidak mengonsumsi ASI
  • Memberi makan anak saat berbaring
  • Menderita Sindrom down
  • Memakai dot
  • Berada di penitipan anak sehingga risiko tertular infeksi dari anak lain meningkat

Baca Juga : Tips Pengobatan Otitis Eksterna

Diagnosis Otitis Media

Dalam mendiagnosis otitis media, dokter akan menggunakan alat yang disebut dengan otoskop, sebuah alat kecil yang dilengkapi lampu dan kaca pembesar pada bagian ujungnya. Dengan otoskop, dokter bisa mendeteksi keberadaan cairan di telinga bagian tengah dna tanda-tanda infeksi.

Apabila hasil dari pemeriksaan yang sudah dilakukan belum cukup, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosa. Berikut beberapa tes lanjutan, diantaranya:

  • Audiometri – Alat yang bernama audiometer digunakan untuk menghasilkan suara dengan tingkat volume dan frekuensi yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah terjadi penurunan fungsi pendengaran atau tidak
  • Timpanometri – Berfungsi untuk mengukur reaksi gendang telinga terhadap perubahan tekanan udara. Gendang telinga yang sehat akan bergerak apabila terjadi perubahan tekanan udara, namun jika gendang telinga tetap diam, maka terdapat cairan dibelakangnya
  • Pencitraan – Ct scan dan MRI mungkin diperlukan apabila infeksi diperkirakan sudah menyebar dari telinga bagian tengah ke area disekitarnya

Komplikasi Otitis Media

Sebagian besar kasus otitis media jarang menimbulkan komplikasi yang berbahaya, namun jika terjadi pada anak yang masih kecil, risiko terjadinya komplikasi cukup tinggi. Berikut ini beberapa komplikasi dari otitis media, diantaranya:

  • Gangguan dalam berbicara atau perkembangan berbahasa
  • Labirinitis
  • Lubang pada gendang telinga
  • Mastoiditis
  • Kolesteatoma
  • Meningitis
  • Abses otak
  • Kelumpuhan Wajah

Pengobatan Otitis Media

Sebagian besar kasus otitis media dapat pulih dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam kurun waktu tiga hari. Rasa sakit dan demam dapat diatasi dengan menggunakan paracetamol atau ibuprofen. Selain penggunaan obat-obatan untuk meredakan gejala otitis media, penderita bisa menggunakan kain atau handuk hangat yang diletakkan diatas telinga yang sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ketik Aja Ya, Gimana??