Penyakit Menorrhagia


Menorrhagia atau haid berlebih yaitu keluarnya darah menstruasi secara berlebih atau dalam jumlah yang banyak. Perdarahan berat atau berkepanjangan yang tidak diatasi dapat berbahaya dan berakibat fatal.

Selama masa menstruasi, jumlah rata-rata darah yang dikeluarkan yaitu 30-40 ml. Dan seorang wanita dikatakan mengalami menorrhagia apabila kuantitas darah yang dikeluarkan berkisar antara 60-80 ml.

Jumlah darah menstruasi sebenarnya tidak bisa dijadikan patokan pasti sebab jumlah darah menstruasi pada setiap wanita akan berbeda. Untuk memudahkan Anda mengenali kondisi menorrhagia, Anda bisa memperhatikan banyaknya jumlah pembalut yang Anda habiskan atau seringnya darah menembus pakaian Anda karena tidak tertampung oleh pembalut.

Menorrhagia yaitu kondisi yang umum terjadi pada wanita. 90% kasus menorrhagia terjadi pada wanita yang baru mengalami pubertas dan wanita diatas 40-50 tahun. Anda bisa meminimalkan kemungkinan terjadinya menorrhagia dengan mengurangi beberapa faktor risiko.

Gejala Menorrhagia

Selain terlalu banyaknya darah yang dikeluarkan atau masa perdarahan yang cukup lama, menorrhagia bisa disertai dengan gejala lain seperti rasa sakit atau dismenore.

Meskipun tidak selalu menjadi pertanda suatu kondisi yang serius, menorrhagia bisa mengganggu kehidupan sehari-hari wanita yang mengalaminya, baik secara emosi, psikis ataupun sosial.

Gejala lain yang terjadi pada wanita yang mengalami menorrhagia berupa:

  • Perdarahan selama lebih dari 7 hari
  • Menstruasi berat secara teratur selama 10 hari atau lebih
  • Perdarahan berat yag tidak biasa atau haid dua kali dalam satu bulan secara berturut-turut

Penyebab Menorrhagia

Pada siklus menstruasi normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron mengatur penumpukan lapisan rahim (endometrium) yang ditumpahkan saat menstruasi. Apabila hormon tersebut tidak seimbang, maka endometrium akan berkembang secara berlebihan dan menyebabkan perdarahan berat saat menstruasi atau menorrhagia.

Alasan hormon tidak seimbang pada wanita yaitu disfungsi ovarium. Dalam satu siklus menstruasi, seharusnya sel telur dilepaskan untuk mempersiapkan pembuahan. Apabial ovarium tidak melepaskan telur selama siklus menstruasi, tubuh tidak dapat memproduksi hormon progesteron.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya menorrhagia, diantaranya:

  • Polip
  • Fibroid rahim
  • Gangguan perdarahan turunan
  • Endometriosis
  • Adenomiosis
  • Gangguan pada ovarium
  • Gangguan pembekuan darah seperti penyakit Von Willebrand
  • Efek samping obat, misalnya obat antiradang, obat hormon, antikoagulan, dan penggunaan pil KB atau IUD
  • Kanker seperti kanker rahim atau kanker serviks

Diagnosis Menorrhagia

Diagnosis menorrhagia umumnya dilakukan dokter dari gejala yang ada. Dokter akan menanyakan gejala yang menyerati kondisi ini seperti nyeri panggul, nyeri pasca berhubungan seksual atau ada tidaknya perdarahan diantara jadwal haid bulanan.

Pemeriksaan lebih lanjut biasanya dilakukan tergantung hasil pemeriksaan sebelumnya. Apabila dokter mencurigai ada kondisi lain yang menyebabkan terjadinya menorrhagia, maka pemeriksaan yang bisa dilakukan berupa:

  • Pemeriksaan area panggul bagian dalam dengan menggunakan alat bernama spekulum
  • Pemeriksaan darah untuk emndeteksi adanya anemia, kelainan hormon tiroid atau tanda peradangan
  • Biopsi. Pengambilan sampel jaringan rahim untuk diperiksa dengan mikrosop
  • USG rahim
  • Histeroskopi. Dokter akan memasukkan selang tipis yang dilengkai kamera khusus melalui vagina atau serviks untuk melihat kondisi rahim pasien

Pengobatan Menorrhagia Di Rumah

Ada beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang bisa membantu dalam menghentikan menorrhagia, berupa:

Pengobatan Menorrhagia Secara Medis

Selain untuk menurunkan atau menghentikan volume perdarahan yang cukup banyak dan mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, pengobatan menorrhagia juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Ada dua cara pengobatan menorrhagia yaitu melalui obat-obatan dan operasi. Obat-obatan seringkali djadikan pilihan utama terutama jika pemeriksaan masih berjalan dan belum menunjukkan hasil pasti. Operasi biasanya disarankan dokter jika menorrhagia sudah tidak bisa diatasi dengan obat-obatan. Prosedur operasi yang bisa dilakukan diantaranya:

  • Dilatasi dan kuretase (D&C). Dokter akan melakukan dilatasi (pembukaan) pada serviks dan melakukan kuretase (pengerokan) dinding dalam rahim utnuk mengurangi perdarahan saat menstruasi
  • Embolisasi arteri rahim. Prosedur ini diperuntukan bagi penderita menorrhagia yang disebabkan oleh fibroid.
  • Miomektomi. Prosedur ini dilakukan dengan membuka dinding abdomen menggunakan alat khusus yang masukan melalui beberapa sayatan kecil pada dinding perut atau melalui vagina
  • Histerektomi. Prosedur ini dilakukan jika menorrhagia sudah tidak bisa lagi ditangani oleh cara apapun dan gejala semakin memburuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *