Penyakit Uveitis

Uveitis adalah penyakit radang yang dapat menyebabkan pembengkakan dan merusak jaringan mata. Penyakit ini terjadi pada saluran uveal atau uvea. Uvea sendiri meliputi bagian berwarna mata (iris), selaput tipis yang mengandung banyak pembuluh darah (koroid) serta badan silier (bagian mata yang menyambungkan semuanya).

Uvea berperan penting sebab mengandung banyak pembuluh darah dan arteri yang mengantarkan darah ke bagian lain pada mata. Uveitis sangat mempengaruhi pandangan Anda, mengurangi penglihatan dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah.

Uveitis bisa menyerang siapa saja, namun pada umumnya terjadi pada orang dengan usia 20 sampai 50 tahun. Menurut penelitian di California, Amerika Serikat, lebih dari 280.000 warga Amerika terserang uveitis setiap tahunnya. Penyakit uveitis merupakan penyebab pada 30.000 kasus baru kebutaan per tahun dan hingga 10% keseluruhan kasus kebutaan.

Jenis-Jenis Uveitis

Uvea merupakan lapisan tengah pada bagian dalam mata yang terdiri dari selaput pelangi mata (iris), lapisan pembuluh darah mata (koroid), serta jaringan ikat antara iris dan koroid (badan siliar). Uvea terletak anatara bagian putih mata (sklera) dengan bagian belakang mata yang menangkap cahaya (retina).

Berdasarakan lokasi peradangan, uveitis dibagi menjadi beberapa jenis, meliputi:

  • Uveitis di uvea bagian depan (iritasi atau uveitis anterior). Peradangan terjadi di bagian iris
  • Uveitis di uvea bagian tengah (uveitis intermedia atau cyclitis). Peradangan terjadi di anatar iris dan koroid
  • Uveitis di uvea bagian belakang (choroiditis atau posterior uveitis). Terjadi di bagian koroid
  • Uveitis di seluruh uvea (panuveitis). Terjadi saat seluruh lapisan uvea mengalami peradangan

Uveitis juga terbagi berdasarkan lamanya penderita mengalami uveitis, yakni:

  • Uveitis akut – Uveitis yang berkembang dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan
  • Uveitis kronis – Jenis ini terjadi secara berkelanjutan selama lebih dari 3 bulan

Penyebab Uveitis

Uvetis seringkali tidak diketahui sebabnya dan terkadang dialami oleh orang sehat. Sebagian besar kasus uveitis dikatkan dengan gangguan autoimun yakni kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri. Beberapa kondisi autoimun yang terkait dengan uveitis antara lain:

  • Rheumatoid arthritis atau peradangan sendi
  • Psoriasis yaitu peradangan kulit
  • Sarkoidosis , peradangan yang muncul di berbagai tubuh seperti paru-paru, kelenjar getah bening, mata dan kulit
  • Penyakit kawasaki yaitu peradangan dinding pembuluh darah
  • Crohn’s disease, yaitu peradangan yang terjadi dalam saluran pencernaan mulai dari mulut hingga anus
  • Ankylosing spondylitis, yaitu peradangan sendi pada tulang belakang

Selain itu, uveitis juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti:

  • Cedera atau operasi mata
  • Kanker mata
  • Infeksi seperti: herpes, tuberkulosis, toksoplasmosis, sifilis, HIV/AIDS, histoplasmosis
  • Terpapar racun pada mata

Gejala Uveitis

Uveitis muncul dengan tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dalam jangaka waktu beberapa hari. Gejala dari uveitis dapat berupa:

  • Nyeri disekitar mata, khususnya saat mata sedang fokus pada satu hal atau benda
  • Penglihatan kabur
  • Mata menjadi peka terhadap cahaya
  • Ada titik kecil yang menghalangi penglihatan
  • Mata merah
  • Penyempitan lapangan pandang, yaitu kemampuan untuk melihat objek yang letaknya di samping

Diagnosis Uveitis

Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan menanyakan gejala yang pasien rasakan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada mata pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menunjang diagnosis. Pemeriksaan lanjutan tersebut diantaranya:

  • Tes darah
  • Analisi cairan mata
  • Angiografi mata, yaitu pencitraan untuk mengevaluasi aliran darah mata
  • Pemeriksaan pencitraan fotografi fundus mata untuk mengukur ketebalan retina dan mengetahui ada tidaknya cairan di dalam retina

Komplikasi Uveitis

Apabila tidak segera diatasi, uveitis bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti:

  • Katarak. Menyebabkan penglihatan kabur
  • Glaukoma. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan
  • Ablasi retina. Lapisan terdalam retina yang mengandung saraf, lepas dari lapisan luar retina yang mengandung pembuluh darah
  • Edema makula kistoid. Pembengkakan pada retina
  • Sinekia posterior. Menyebabkan iris melekat pada lensa mata

Pengobatan Uveitis

Pengobatan uveitis bertujuan untuk mengurangi peradangan pada mata. Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan seperti:

  • Obat-obatan – Salah satunya dengan obat antiperadangan, obat untuk melawan bakteri atau virus, dan obat yang dapat memengaruhi sistem imun atau menghancurkan sel.
  • Operasi – Prosedur ini mungkin dilakukan apabila gejala yang muncul cukup parah atau metode obat tidak efektif.

Lamanya pengobatan uveitis biasanya tergantung pada jenis uveitis dan tingkat keparahan gejala. Uveitis posterior membutuhkan proses penyembuhan yang lebih lama dibandingkan uveitis anterior.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ketik Aja Ya, Gimana??