Tennis Elbow


Tennis Elbow adalah rasa sakit pada siku yang bisa terjadi karena rusaknya otot dan tendon diarea siku. Penderita tennis elbow akan merasakan nyeri saat meluruskan lengan, yang dapat menjalar dari siku hingga ke lengan bawah. Dalam dunia medis, tennis elbow disebut dengan lateral epicondylitis.

Persendian siku terdiri dari atas humerus, tulang siku, dan putaran siku. Tonjolan tulang pada siku berbentuk bulat dan merupakan kepala humerus. Otot dan tendon yang menghubungkan tulang humerus menonjol melalui bagian ini, karena srtuktur ini, lengan bisa dilipat dan diregangkan. Luka pada otot siku terjadi saat tendon terpotong atau terhubung dengan relaksasi.

Gejala Tennis Elbow

Gejala yang biasa dirasakan oleh penderita tennis elbow adalah nyeri pada sisi luar siku yang menjalar hingga ke lengan bawah dan pergelangan tangan. Gejala dapat berlangsung dalam rentang waktu 6 bulan sampai 2 tahun, bermula dari nyeri yang ringan, kemudian akan memburuk seiring waktu. Nyeri pada tennis elbow bisa terjadi pada sejumlah aktivitas berikut:

  • Mengangkat, menekuk atau meluruskan lengan
  • Berjabat tangan, menulis atau menggenggambenda berukuran kecil seperti pensil
  • Memutar pergelangan tangan seperti saat memutar kenop pintu atau membuka tutup stoples

Gejala Tennis elbow jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Namun jika dibiarkan begitu saja tanpa melakukan pengobatan, gejala akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab dan Faktor Risiko Tennis Elbow

Tennis Elbow disebabkan oleh ketegangan pada otot dan tendon lengah bawah di sekitar siku, akibat aktivitas berlebihan yang dilakukan berulang-ulang. Kondisi tersebut bisa menyebabkan peradangan dan robeknya otot dan tendon yang menghubungkan otot lengan bawah ke tulang siku.

Sebagaimana namanya, tennis elbow bisa terjadi karena bermain tenis, yang mana lengan bergerak memukul bola secara berulang. Selain tenis, olahraga dan kegiatan yang melibatkan gerakan lengan berulang bisa memicu terjadinya tennis elbow, seperti:

  • Olahraga misalnya bulutangkis, renang atau golf
  • Kegiatan misalnya mengecat, menggunting atau mengetik dalam waktu lama

Meskipun bisa menimpa semua orang dari segala usia, tennis elbow lebih berisiko terjadi pada orang dengan usia 30-50 tahun. Orang dengan jenis pekerjaan tertentu, seperti pelukis atau pemahat, juga lebih rentan terkena tennnis elbow. Hal ini karena pekerjaan tersebut melibatkan gerakan lengan secara berulang dalam waktu lama.

Diagnosis Tennis Elbow

Untuk mendiagnosis tennis elbow, dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala dan aktivitas yang dilakukan pasien. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menelan area yang menghubungkan tendon dan tulang siku dan meminta pasien untuk menggerakkan siku ke berbagai arah. Jika dokter mencurigai nyeri disebabkan oleh kondisi lain, dokter akan melakukan pemeriksaan yang lebih detail dengan melakukan foto rontgen atau MRI.

Pencegahan Tennis Elbow

Tennis elbow adalah kondisi yang sulit dicegah karena siku termasuk salah satu bagian tubuh yang paling sering digunakan. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi kemungkinan terjadinya tenns elbow dan menjaga agar gejala tidak bertambah parah. Diantaranya:

  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga untuk mencegah terjadinya cedera
  • Hindari mengangkat benda yang terlalu berat, khususnya yang membebani lengan dan pergelangan tangan
  • Gunakan raket yang ringan jika sedang bermain tenis
  • Tingkatkan kekuatan otot lengan dengan bantuan fisioterapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Ketik Aja Ya, Gimana??